Berbagi Keceriaan di Pentas Seni Imlek 2016

Perayaan tahun baru Imlek merupakan bagian dari tradisi penting orang Tionghua. Umumnya, masyarakat dari berbagai suku akan menyambut perayaan yang dipenuhi dengan warna merah ini dengan baik. Malam tahun baru Imlek biasanya juga dijadikan sebagai momen untuk berkumpul dan melakukan perjamuan makan malam serta berbagi keceriaan, kasih sayang, dan kebahagiaan.

Menurut penanggalan Tionghua, tahun 2016 bertepatan dengan tahun baru Imlek 2567, yang juga tahun kera. Tahun penuh semangat dan kelincahan ini pun dimanfaatkan oleh SMP Wiyata Dharma Medan untuk menyelenggarakan acara Pentas Seni Imlek 2016.

Acara yang berlangsung di Aula Perg. Wiyata Dharma Medan tepat tanggal 20 Februari 2016 ini dimulai dengan nyanyian merdu dari paduan suara SMP Wiyata Dharma Medan.

Setelah itu, Henly Forbesly selaku ketua panitia pun memberikan kata sambutan. Dalam pidatonya, pria berkaca mata ini menyatakan bahwa tahun 2016 merupakan titik balik sifat-sifat buruk. Menurutnya, memasuki tahun kera berarti meniru sifat semangat, ligat, dan ceria seekor hewan kera.

Acara pun dilanjutkan dengan pelafalan Budi Pekerti Seorang Siswa. Rombongan siswa yang melafal rangkaian kalimat yang dikenal dengan Di Zi Gui dalam 3 bahasa ini mendapat apresiasi tepuk tangan dari Kepala SMP Wiyata Dharma Medan, Tony Ria, S.Pd., S.Kom., M.Kom. dan Koordinator Bidang Pendidikan, Amir Simanjuntak, S.Pd.

Dalam pidatonya, kepala SMP dan koordinator menyatakan bahwa acara Imlek yang luar biasa ini patut diacungkan jempol. Mereka merasa kagum dan bangga terhadap tim panitia yang dengan giat dan gigih mampu menyelenggarakan acara dengan sangat baik.

Acara hiburan tarian dari siswa-siswa

Setelah penyerahan kaligrafi kepada Koordinator Bidang Pendidikan, acara hiburan pun dilanjutkan. Berbagai acara bernuansa imlek dari tari lampion, kaligrafi, tarian kipas, nyanyian imlek, cerita imlek, puisi imlek, fashion show imlek hingga stand up comedy imlek pun turut mewarnai panggung dominan merah dan menghibur penonton selama tiga setengah jam.

Penampilan barongsai turut memeriahkan pentas seni Imlek

Tak lupa pula, ikon perayaan Imlek, barongsai, juga diundang untuk memeriahkan pentas seni SMP Wiyata Dharma Medan. Seluruh penonton tertawa atas tingkah nakal dan mengemaskan salah satu figur kera sakti yang dibawakan bersama dengan barongsai.

Foto bersama barongsai dan siswa-siswa

Banyak canda dan tawa serta kebahagiaan yang diberikan melalui Pentas Seni Imlek 2016. Acara ini sekaligus menjadi ajang pertunjukan bakat siswa-siswa SMP Wiyata Dharma Medan. Semoga acara ini dapat menjadi agenda rutin SMP Wiyata Dharma Medan sehingga setiap tahun baru Imlek akan diwarnai dengan berbagai suka cita.

<Dokumentasi kegiatan oleh OSIS>