Hangat Kebersamaan Studi Wisata 2015 – Hari Kedua

Pagi hari pukul 05.15 WIB, siswa-siswa sudah bangun dan bersiap-siap untuk mengikuti senam pagi. Suasana pagi yang diiringi rintik-rintik hujan tak menggoyahkan semangat siswa-siswa untuk menggerakkan badan mereka. Setelah mengikuti senam pagi yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit, siswa-siswa kembali ke kamar dan bersiap-siap. Ada yang merapikan kamar untuk memenuhi aspek kebersihan (Pend. Kewarganegaraan) dan ada pula yang mandi bergiliran.

Tepat pukul 07.30, siswa-siswa didampingi pengawas kamar memasuki kantin untuk sarapan bersama. Tampak wajah siswa-siswa ceria dan siap mengikuti acara selanjutnya.

Hari kedua dibuka dengan permainan ular tangga peta. Untuk memenuhi nilai Geografi, siswa-siswa secara berkelompok akan melempar dadu dan bergerak sebanyak angka mata dadu menuju pos tertentu, menyelesaikan puzzle peta yang telah disiapkan sebelum kelompok lain memasuki pos yang sama. Siswa-siswa tampak gembira dan antusias mengikuti permainan ini. Ada kelompok yang harus mengulang beberapa kali permainan ini karena ‘tersepak’ oleh kelompok lain yang memasuki pos yang mereka tempati.

Setelah permainan berakhir, siswa-siswa diinstruksikan untuk mengikuti lintas alam. Sebelum memasuki hutan, siswa-siswa diberikan beberapa pengarahan dan sebotol air minum. Selama satu jam, siswa-siswa bekerja sama dan bergotong royong untuk melewati rintangan dan tantangan selama perjalanan di hutan.

Siswa-siswa menyambut lintas alam dengan ceria

Sepulang dari hutan, siswa-siswa kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Kemudian, mereka pun menuju ke kantin untuk menyantap makan siang yang telah disediakan. Suasana siang yang cerah dilanjutkan dengan permainan tebak kata berupa istilah-istilah Ekonomi.

Siswa-siswa menebak istilah Ekonomi yang diberikan dalam bentuk kata kunci

Serunya permainan tebak kata ini pun harus berakhir. Siswa-siswa kemudian pergi ke Museum Gereja Batak untuk mengenal sejarah suku Batak di Indonesia. Siswa-siswa mencatat beberapa benda-benda bersejarah untuk nilai bidang studi Sejarah. Di halaman belakang museum ini terdapat beberapa rumah adat suku Batak yang dapat dikunjungi oleh siswa-siswa.

Bentuk kerjasama siswa-siswa dalam memindahkan air

Hari mulai sore, siswa-siswa memasuki permainan baru. Siswa-siswa secara berkelompok dibariskan dan setiap siswa dengan urutan ganjil di barisan ditutup matanya. Permainan dimulai dengan penuangan air dari botol ke gelas oleh siswa di barisan depan dan harus dipindahkan sampai ke siswa di barisan belakang untuk dituangkan kembali ke dalam botol. Tidak hanya kekompakan dan kerjasama yang diuji, setiap kelompok harus menyusun strategi agar air dapat dipindahkan dengan efektif dan efisien. Untuk memenuhi nilai Matematika, siswa-siswa harus menghitung volume air yang berhasil dipindahkan oleh kelompoknya. Dilanjutkan dengan pencarian beberapa batu yang dimasukkan ke dalam botol air agar dapat ditentukan massanya sebagai nilai Fisika. Acara sore tersebut ditutup dengan permainan bola basket dan futsal.

Acara tarian tradisional Indonesia oleh salah satu kelompok kelas 9 Anggur

Siswa-siswa kembali ke kamar untuk bersiap-siap. Setelah menyantap makan malam dan mengumpulkan tugas bidang studi Kimia (menulis bahan kimia zat makanan) di kantin, siswa-siswa kembali ke Aula Jubileum untuk mengikuti:

  • acara story telling dipandu oleh Analis Saragih, S.Pd.
  • acara tarian tradisional Indonesia sebagai tugas bidang studi Seni Budaya dipandu oleh Tiominar L. Tampubolon, S.Pd.
  • persembahan kelas dipandu oleh Tiominar L. Tampubolon, S.Pd.

Malam keakraban api unggun

Malam hari kedua diakhiri dengan dinyalakannya api unggun. Siswa-siswa berkumpul, bernyanyi, dan bermain bersama mengelilingi api unggun.

Agenda malam itu pun selesai. Siswa-siswa kembali ke kamar dan bersiap-siap untuk beristirahat.

<Dokumentasi kegiatan>