Pembelajaran tentang Mental Anak-anak di Indonesia

Pada tanggal 21 – 23 April 2016, siswa SMP Wiyata Dharma Medan mengikuti seminar yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia bertemakan “Karakteristik dalam Agama Buddha”.

Foto bersama siswa-siswa yang mengikuti pembelajaran di Hotel IDD

Hari pertama, siswa-siswi dari provinsi Sumatera Utara berkumpul di Hotel Inna Dharma Deli Medan. Pada pukul 16.00, semua siswa-siswi mempersiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran yang berlangsung selama 3 hari 2 malam. Setelah makan malam pada pukul 19.00, siswa-siswi mempelajari tentang karakteristik dan ciri-ciri Agama Buddha yang dibawakan oleh Pembimas Buddha Kanwil Kementrian Sumut, Bapak Ketut Supardi S.Ag., M.Si. Pembelajaran tersebut berlangsung hingga pukul 22.30.

Keesokan harinya, siswa-siswi bangun pukul 05.30. Setelah membersihkan diri dan sarapan, siswa-siswi melanjutkan pembelajaran tentang Hukum Kamma yang dibawakan oleh Bhante Aggacitto, S.Ag. Siswa-siswi pun menyambut Beliau dengan hormat. Namun, pada saat proses pembelajaran, banyak siswa yang mengantuk dan tertidur karena kurang istirahat sehingga mereka dihukum untuk menyebutkan Pancasila Buddhis dan Paritta Atthasila.

Setelah materi selesai, siswa-siswi memanfaatkan waktu istirahat untuk melepas lelah, membersihkan diri, dan menyantap makan siang.

Pembelajaran selanjutnya adalah “Pencegahaan Narkoba pada Anak-anak dan Remaja” yang dibawakan oleh pihak BNN. Siswa-siswi banyak mendapatkan pelajaran tentang berbagai obat-obat terlarang dan cara mengidentifikasinya.

Setelah pembelajaran selesai, siswa-siswi kembali beristirahat sampai pukul 18.00. Waktu istirahat dimanfaatkan untuk bermain, menonton televisi, dan bermain.

Pembelajaran dilanjutkan dengan materi “Mental Anak-anak dan Remaja di Indonesia” oleh Bapak Rudy, M.B.A. setelah makan malam. Siswa-siswi sangat antusias mengikuti materi ini karena materi diringkas dengan interaktif dan sempurna. Melalui materi ini, siswa-siswi banyak mempelajari hal-hal baru seperti mental anak-anak remaja di Indonesia saat ini, sifat-sifat pada diri manusia, dan cara mengatasi energi negatif pada diri manusia.

Siswa-siswi kemudian beristirahat di kamar masing-masing dan tidur pada pukul 22.30.

Hari ketiga dimulai. Siswa-siswi bangun dan membersihkan diri sebelum sarapan yang dimulai sebelum pukul 06.00. Pembelajaran dilanjutkan dengan pembawaan santun dan ramah dari Bapak Peter Halim, M.B.A. Siswa-siswi sangat menyukai pembawaan materi oleh beliau sebab materi yang dibawakan mudah dimengerti dan menyegarkan suasana pagi hari.

Pembelajaran pun selesai. Acara penutupan dilakukan oleh Bapak Ketut Supardi, S.Ag., M.Si. dilanjutkan dengan pemberian sertifikat dan foto bersama. Siswa-siswi mengemas barang-barang keperluan dan bergegas pulang ke rumah.

Steven Alfando dan Luiz Figo
Tentang Penulis
STEVEN ALFANDO (8 Mawar)
LUIZ FIGO (8 Mawar)
Siswa SMP Wiyata Dharma Medan
T.P. 2015/2016